GANGGUAN MOOD DAN AFEK PDF

And my story goes to .. Life is nothing without love of God.. Life is too short without dreams and struggles. Pada pasien yang baru pertama kali mendapat gangguan, dimulai dari Mood dan Afek Mood Normotim/Eutim: Suasana perasaan dalam. EPIDEMIOLOGI Mania merupakan suatu gangguan afektif dengan Mood, afek, dan perasaan Euforik Iritable (mudah tersinggung), cepat.

Author: Mesho Sajas
Country: Tajikistan
Language: English (Spanish)
Genre: Automotive
Published (Last): 10 May 2008
Pages: 218
PDF File Size: 17.14 Mb
ePub File Size: 5.31 Mb
ISBN: 686-6-98164-572-3
Downloads: 49920
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Gataur

Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Cahyaningsih Fibri R, Sp. Latar Belakang Kelainan fundamental dari kelompok gangguan suasana perasaan adalah perubahan suasana perasaan mood atau afek, biasanya ke arah depresi, atau ke arah elasi suasana perasaan yang meningkat.

Gangguan suasana perasaan meliputi episode manik, gangguan bipolar episodik manik-depresifepisode depresi, depresif berulang, dan waham menetap. Gangguan mood seperti gangguan afektif bipolar perlu mendapat perhatian. Resiko bunuh diri meningkat pada penderita bipolar yang ganvguan diterapi yaitu 5,5 per pasien.

Sementara yang diterapi hanya 1,3 per pasien.

Mereka yang dibawa ke rumah sakit karena percobaan bunuh diri akan lebih berhasil bunuh diri daripada mereka yang belum pernah dirawat di rumah sakit. Namun, banyak individu yang tidak menyadari bahwa mereka menderita depresi dan pengobatan depresi.

Penegakan diagnosis perlu diputuskan dengan cermat untuk mengurangi angka morbiditas maupun mortalitas pasien dengan gangguan afektif dan dapat diterapi dengan baik. Tujuan Tujuan penulisan referat ini adalah untuk mengetahui definisi gangguan suasana perasaan serta kelainan-kelainan yang termasuk dalam gangguan suasana perasaan.

Definisi Mood didefinisikan sebagai suasana perasaan yang bersifat pervasif dan bertahan lama, yang mewarnai persepsi seseorang terhadap kehidupannya. Gangguan mood merupakan kelompok gangguan psikiatri dimana mood yang hangguan akan mempengaruhi fungsi vegetatif dan psikomotor yang merupakan gambaran klinis utama dari gangguan tersebut.

Dahulu, gangguan mood dikenal dengan gangguan afektif namun sekarang istilah gangguan mood lebih disukai karena mood lebih merujuk pada status emosional yang meresap dari seseorang sedangkan afektif merupakan ekspresi eksternal dari emosi saat itu. Gangguan mood merupakan suatu sindrom dn terdiri dari tanda-tanda dan gejala-gejala yang berlangsung dalam hitungan minggu hingga bulan yang mempengaruhi fungsi dan pola kehidupan sehari-hari.

Kelainan fundamental dari kelompok gangguan ini adalah perubahan suasana perasaan mood atau afek, biasanya kearah depresi, atau ke arah elasi suasana perasaan yang meningkat. Mood dapat labil, berflukmasi, atau berubah-ubah dengan cepat dan ekstrim misalnya tertawa 4 keras pada saat tertentu kemudian berubah menangis dan berputus asa. Berikut uraian beberapa mood yang dikenal: Mood yang meluap-luap expansive mood: Mood yang iritabel irritable mood: Pergeseran mood labile mood: Mood yang meninggi elevated mood: Kegembiraan yang luar biasa ecstasy: Gangguan mood didefinisikan dalam jangka kejadian-terpisah periode waktu di mana perilaku seseorang didominasi oleh baik mood depresi atau manic.

Dua tipe utama gangguan mood, yaitu: Unipolar disorder adalah gangguan psikologis dimana seseorang hanya mengalami kejadian depresi, tidak terdapat episode manic. Pengambilan istilah bipolar disorder mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti can tiba-tiba antara dua kutub bipolar yang gzngguan yaitu kebahagiaan mania dan kesedihan depresi yang ekstrim.

Afek merupakan respons emosional saat sekarang, yang dapat dinilai lewat ekspresi wajah, pembicaraan, sikap dan gerak gerik tubuh pasien bahasa tubuh. Afek mencerminkan situasi emosi sesaat, dapat bersesuaian dengan mood maupun tidak. Penilaian terhadap afek dapat berupa afek normal, terbatas, tumpul, atau mendatar.

  74170 DATASHEET PDF

Mood Dan Afek

Ketika afek menjadi terbatas, maka luas dan intensitas ekspresi pasien berkurang. Pada gambaran afek vang menumpul, terlihal intensitas ekspresi emosi berkurang lebih jauh. Afek mendatar ditandai dengan tidak adanya ekspresi aktif, intonasi bicara monoton, dan ekspresi wajah datar. Tumpul, datar, dan terbatas digunakan untuk menggambarkan kedalaman emosi, sedangkan depresi, bangga, marah, ketakutan, cemas, gqngguan bersalah, euforia, dan ekspansif digunakan untuk menunjukkan suatu gambaran afek tertentu.

Afek yang sesuai appropriate affect: Afek yang tidak sesuai inappropriate affect: Afek yang tumpul blunted affect: Afek yang terbatas restricted or constricted affect: Afek yang datar fIat affect: Afek yang labil labile affect: Faktor Biologis Beberapa bahan kimia di dalam otak dan tubuh memiliki peranan yang penting dalam mengendalikan emosi kita.

Dalam otak terdapat substansi biokimiawi yaitu neurotransmitter yang berfungsi sebagai pembawa pesan komunikasi antar neuron di otak. Jika neurotransmiter ini berada pada tingkat yang normal, otak ganggkan bekerja secara harmonis.

Berdasarkan riset, kekurangan gnagguan serotonin, norepinefrin dan dopamin dapat menyebabkan depresi. Di satu ggangguan, jika neurotransmiter ini berlebih dapat menjadi penyebab gangguan manik. Selain itu antidepresan trisiklik dapat memicu mania.

Penurunan serotonin dapat menyebabkan depresi. Pada beberapa pasien yang bunuh diri gangghan konsentrasi metabolit serotonin yang rendah di cairan serebrospinalnya. Pada penggunaan antidepresan jangka panjang terjadi penurunan jumlah tempat ambilan kembali serotonin. Dopamin juga diperkirakan memiliki peranan dalam menyebabkan depresi.

Data menunjukkan aktivitas dopamin yang menurun pada depresi dan meningkat pada mania. Obat yang menurunkan kadar dopamin seperti reserpine dan pada penyakit yang mengalami penurunan dopamin seperti parkinson disertai juga dengan gejala depresi. Obat-obat yang meningkatkan kadar dopamin seperti tyrosine, amphetamine dan bupropion menurunkan gejala depresi. Disfungsi 7 jalur dopamin mesolimbik dan hipoaktivitas reseptor dopamin tipe 1 D1 terjadi pada depresi. Agen lain yang dapat memperburuk mania termasuk Ldopa, yang berpengaruh pada moid dopamin dan gangguam.

Calsium channel blocker yang digunakan untuk mengobati mania dapat mengganggu regulasi kalsium di neuron.

Gangguan regulasi kalsium ini dapat menyebabkan transmisi glutaminergik yang berlebihan dan iskemia pembuluh darah. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sistem pembawa kedua second messenger seperti adenylate cyclase, phosphatidylinositol dan regulasi kalsium mungkin memiliki relevansi dengan penyebab gangguan mood.

Secara teoritis, disregulasi pada sumbu neuroendokrin seperti sumbu tiroid dan adrenal terlibat dalam gangguan mood.

Pasien dengan gangguan mood mengalami penurunan sekresi melatonin nokturnal, penurunan pelepasan prolaktin, penurunan kadar FSH dan LH serta penurunan kadar testosteron pada lakilaki.

Penelitian telah mengambarkan adanya regulasi tiroid yang abnormal pada pasien dengan gangguan mood. Sepertiga dari pasien dengan gangguan depresif berat memiliki pelepasan tirotropin yang tumpul. Pembesaran ventrikel lebih jarang pada pasien dengan gangguan depresif berat. Pencitraan dengan MRI juga menyatakan bahwa pasien dengan gangguan depresif berat memiliki nukleus kaudatus yang lebih kecil dan lobus frontalis yang lebih kecil.

Banyak literatur menjelaskan penurunan aliran darah pada korteks serebral dan area korteks frontalis pada pasien depresi berat. Gangguan pada ganglia basalis dan sistem limbik terutama pada hemisfer yang dominan dapat ditemukan bersamaan dengan gejala depresif.

Disfungsi pada hipotalamus dihubungkan dengan perubahan pola tidur, nafsu makan, dan perilaku seksual pada pasien dengan depresi. Faktor Genetik Seseorang yang memiliki keluarga dengan gangguan mood memiliki resiko lebih besar menderita gangguan mood daripada masyarakat pada umumnya. Tidak semua orang yang dalam keluarganya terdapat anggota keluarga yang menderita depresi secara otomatis akan terkena depresi, namun diperlukan suatu kejadian atau peristiwa yang dapat memicu terjadinya depresi.

  DTU 64.1 ASSAINISSEMENT NON COLLECTIF PDF

Pengaruh gen lebih besar pada depresi berat dibandingkan depresi ringan dan lebih berpengaruh pada individu muda dibanding individu yang lebih tua. Gen reseptor D1 terletak pada kromosom 5 dan gen untuk tiroksin hidroksilase yaitu enzim 9 yang membatasi kecepatan sintesis katekolamin berlokasi di kromosom Tidak ada penyebab tunggal untuk gangguan bipolar namun gangguan ini biasanya merupakan hasil dari kombinasi faktor keluarga, biologis, psikologis dan faktor sosial. Selain itu pengalaman itu bersifat unik untuk masing-masing individu.

Peristiwa Kehidupan yang Stressful Peristiwa hidup yang penuh dengan tekanan seperti kehilangan orang-orang yang dimintai, putusnuya hubungan romantic, lamanya hidup menganggur, sakit fisik, masalah dalam pernikahan dan hubungan, kesulitan ekonomi, dan lain sebagainya ini dapat meningkatkan resiko berkembangnya gangguan mood atau kambuhnya sebuah gangguan mood, terutama depresi mayor. Dan pada orang-orang dengan depresi mayor ini sering kali kurang memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah interpersonal dengan teman, teman kerja atau supervisor.

Teori Humanistic Menurut teori ini, seseorang menjadi depresi saat mereka tidak dapat mengisi keberadaan mereka dengan makna dan tidak dapat membuat pilihan-pilihan autentik yang menghasilkan self-fulfillment. Kemudian dunia dianggap sebagai tempat yang menjemukan Nevid, Learned Helplessness Learned helplessness merupakan kedaan diri yang selalu membuat atribusi bahwa mereka tidak memiliki kontrol atas stress dalam kehidupannya baik sesuai kenyataan maupun tidak.

Negative Cognitive Styles 10 Negative cognitive styles adalah kesalahan berfikir yang difokuskan secara negative pada tiga hal, yaitu dirinya sendiri, dunian terdekatnya, dan masa depannya. Di mana menurut Beck, penderita depresi memandang yang terburuk dari segala hal.

Bagi mereka, kemunduran terkevil sekalipun merupakan bencana besar. Gangguan Suasana Perasaan a. Episode mania merupakan suatu episode meningkatnya afek seseorang yang jelas, abnormal, menetap, ekspansif, dan iritabel. Gejala mania meliputi cara berbicara yang cepat, berpikir cepat, kebutuhan tidur berkurang, perasaan senang atau bahagiadan peningkatan minat pada suatu tujuan. Selain itu, tampak sifat mudah marah, mengamuk, sensitive, hiperaktif, dan waham kebesaran.

Penderita biasanya merasa senang, tetapi juga bisa mudah tersinggung, senang bertengkar atau memusuhi secara terang-terangan. Yang khas adalah bahwa penderita yakin dirinya baik-baik saja.

F 30 episode manik

Kurangnya pengertian akan keadaannya sendiri disertai dengan aktivitas yang sangat luar biasa, bisa menyebabkan penderita tidak sabar, mengacau, suka mencampuri urusan orang lain dan jika kesal akan lekas marah dan menyerang.

Euphoria, atau suasana hati gembira, berlawanan keadaan emosional dari suasana hati yang depresi. Hal ini ditandai dengan perasaan berlebihan dari fisik dan kesejahteraan emosional. Suasana hati meningkat secara klinis disebut sebagai mania atau, jika ringan, hypomania. Individu yang mengalami episode manik juga sering mengalami episode depresi, atau gejala, atau episode campuran dimana kedua fitur mania dan depresi hadir pada waktu yang sama.

Gangguan Afek dan Mood | Izzah Baridah

Manic episode ekstrim kadang-kadang dam menyebabkan gejala psikotik seperti delusi dan halusinasi. Infeksi – Aids – Ensefalitis – Influenza – Sifilis 3. Kelainan hormonal – Hipertiroidisme 4. Penyakit jaringan ikat – Lupus eritematosus 5.